
Patung Tecu Kong & Tecu Pho 12 Inch Jade Sintetis
Pilih Varian
Rp 2.669.990
Rp 4.005.000
SKU: PTCKP-12-2PT
Deskripsi Produk
Tu Di Gong digambarkan sebagai lelaki tua berjenggot putih panjang, mengenakan topi hitam atau keemasan dan jubah merah atau kuning, menandakan statusnya sebagai birokrat. Ia memegang tongkat kayu di tangan kanan dan batang logam emas di kiri. Dahulu, jika warga desa menjadi gubernur, patung Tu Di Gong akan dipakaikan jubah dan topi resmi. Kini, ia dipuja sebagai dewa kekayaan dan pelindung usaha. Banyak pedagang berdoa kepadanya agar diberi rezeki dan dijauhkan dari roh jahat. Karena itu, altar Tu Di sering ditempatkan di rumah.
Beberapa tempat menggambarkan Tu Di seperti Cheng Huang Lao Ye (Dewa Pelindung Kota), dengan wajah putih dan jenggot hitam. Kadang ia digambarkan bersama istrinya, Tu Di Po. Dalam versi lain, ia digambarkan ditemani harimau (Hu Jiang Jun) yang membantu mengusir roh jahat, atau dijaga dua pengawal: Bai Hu Shen dan Long Shen.
Pada zaman kuno, masyarakat menyembah Tu Di Gong setiap tanggal 15 bulan 8 Imlek sebagai ucapan syukur atas panen, disebut "Qiu Bao", kini dikenal sebagai Festival Musim Gugur. Ia juga dipuja rutin tanggal 2 dan 6, atau tanggal 1 dan 15 setiap bulan.
Di Indonesia, pedagang menyembah Tu Di setiap tanggal 1 dan 16 Imlek. Sembahyang disebut “zuoya” atau “ya-fu” untuk mohon rezeki dan perlindungan. Ada juga sembahyang “tou-ya” (tanggal 2 bulan 1), “ya-li” (ulang tahun Tu Di), dan “wei-ya” (penutup akhir tahun). Sering disertai pertunjukan wayang atau tarian. Petani memilih tanggal 15 bulan 8 untuk sembahyang syukur atas panen, yang dirayakan meriah di desa maupun kota.
Tinggi: 31 cm
Lebar Samping: 21 cm
Lebar Belakang: 16 cm